Sunday, August 23, 2015

Pasta Lover: My own personally made Lasagna :D



Yey, finally I can make one of pasta dish. Karena pada dasarnya saya menyukai atau bahkan  mungkin mencintai this great Italia dish, maka saya berusaha untuk membuat pasta sendiri ^_^ Well, sebenarnya tidak benar-benar sendiri, karena saya dibantu / diajari oleh ibu kos saya.
Jadi pada blog ini saya akan share resep Lassagna dari ibu kos saya :p.

Lasagna itu adalah pasta yang bentuknya lembaran-lembaran dan dibuatnya disusun-susun bergantian dengan dua jenis saus yaitu saus bolognese dan saus putih.

HERE IT IS THE RECIPE
Saus Bolognese :
1 kg           bawang Bombay cincang
0.5 kg       daging cancing
1 kg           tomat
1 kaleng    puree tomat
1 kg           saus tomat delmonte
2 sdm        oregano
2 sdm        basil leaves
±15 gr       kaldu bubuk
1 kotak      keju cheddar parut
Minyak goreng secukupnya
Garam secukupnya jika perlu

Saus Putih
½ sachet   Blueband
300 gr        Tepung terigu serbaguna
1 Liter         air
1 Liter         susu cair
±7.5 gr        kaldu bubuk
2 sdt            bawang putih bubuk

Lasagna secukupnya
1 kotak       Melt cheese

Cara membuat :
Saus Bolognese :
1.   Rebus tomat sampai airnya mendidih. Setelah mendidih kupas kulit tomat dan blender hingga halus.
2.   Panaskan minyak goreng sampai panas dan tumis bawang Bombay cincang sampai dengan warnanya  transparan
3.   Masukkan daging cincang dan tumis sampai warnanya berubah kecoklatan
4.   Tambahkan hasil blenderan tomat, puree tomat dan saus tomat delmonte, aduk rata
5.   Masukkan kaldu bubuk, oregano dan basil leaves dan aduk rata.
6.   Kemudian masukkan keju cheddar parut dan aduk rata. Nah jika suka bisa ditambahkan garam secukkupnya sampai memenuhi selera pembuat J
7.   Aduk saus ini sampai dengan mendidih kecil atau konsistensinya mulai menjadi pekat.
Saus bollogenese ini merupakan saus dasar pasta, jadi saus ini bisa digunakan untuk toppinng spaghetti jika ada sisa nantinya.

Saus Putih:
1.   Panaskan blueband dalam wajan di atas api kecil sampai melumer
2.   Masukkan tepung terigu dan aduk rata. Usahakan tidak banyak gumpalan besar saat proses pengadukan ini. Sebab akan mempengaruhi proses selanjutnya.
3.   Kemudian masukkan air, susu, dan bawang putih bubuk kemudian aduk dan pastikan semua tepung terlarut. Pengadukan dilakukan sampai saus putih ini mengental dan tidak ada tepung yang masih menggumpal.

Proses Pembuatan Lasagna :
1.   Rebus lasagna dalam air yang sudah diberi sedikit minyak dan garam. Rebus sampai tingkat kekenyalan al dente (kata ibu kos : udah mateng tapi masih agak kenyal alias ga terlalu lembek)
2.   Ambil Loyang yang akan digunakan untuk menyusun lasagna dan susun lasagna sbb :
Lasagna kemudian dilapisi dengan saus putih. Di atas saus putih dilapisi dengan saus Bolognese dan kemudian ditutup dengan lasagna kembali. Ulangi sampai loyang terisi dengan baik. Untuk lapisan terakhir, setelah lasagna kemudian dilapisi saus putih jangan dilapisi saus Bolognese lagi. Namun taburi dengan parutan melt cheese.
3.   Panggang lasagna dalam oven suhu 200°C selama kurang lebih 40 – 45 menit.


      Ehm...rasa lasagna buatan sendiri itu memang tidak tertandingi. Karena ada satu kepuasan tersendiri ^_^
      I will not stop here, continue to explore everything....yaiy

Tuesday, August 11, 2015

Japanese Dish....Oleh-oleh dari Jepang



Hi hi hi,
Sudah lama saya tidak menulis atau post apapun di dalam blog ini. Padahal sudah membulatkan tekad untuk rutin menulis di blog. Tapi apa daya saya. Niat yang sudah bulat terkikis sehingga tidak lagi bulat seperti donat..hehehehe ^_^
Anyway, pada kesempatan ini saya akan post cerita ketika saya di Jepang. Yey akhirnya gadis dari kabupaten kecil ini bisa mendaratkan kakinya di negara lain. Tidak tanggung-tanggung saya perginya ke Jepang. Selama 5 hari di bulan Juni 2015 saya berada di Jepang tepatnya Yokohama untuk mendapatkan training terkait pekerjaan kantor. Yang saya sayangkan adalah saya tidak mendapatkan weekend. Tapi tak apa, pengalaman yang saya dapatkan tetap luar biasa.
Dan pada kesempatan ini saya ingin share mengenai salah satu hal yang saya suka di Jepang yaitu : JAPANESE FOOD ^_^
Mungkin di Indonesia banyak sekali makanan Jepang namun saya tetap mau review makanan yang sempat saya cicipin di sana (mekso mode on :p). 

1.       Ramen
Kalau makanan ini pasti tidak asing kan ya? Ramen adalah mie khas Jepang yang memiliki ukuran mie sedang. Kalau yang ukurannya besar-besar biasanya disebut Udon. Berikut adalah penampakan Ramen (Wanton Ramen) yang saya cicipi.
 
 Wanton itu adalah pangsit teman-teman. Dan ramen ini brothnya ehmmmmmm :D oishii. Saya suka sekali. This is the best ramen I’ve ever eat until now. Kalau tidak salah ingat seporsi ramen ini dihargai 980 Yen. 




mesin pemesan ramen jepang
 Dan uniknya cara pemesana ramen ini menggunakan mesin yang mirip mesin game. Karena mesin inilah saya tertarik untuk membeli ramen di kedai ini. Jadi kita memilih menu makanan yang ada pada mesin dan bisa  tambah topping kalau mau. Setelah itu kita masukkan uang seharga porsi makanan yang kita pesan. Tapi mie ramen tidak keluar dari mesin ini ya teman-teman. Mesin ini mengeluarkan kartu pesanan yang harus kita serahkan kepada pelayan untuk dibuat ramennya :)


 2.       Tonkatsu
Makanan lain yang khas Jepang adalah Tonkatsu. Katsu adalah cara memasak dimana bahan diberi balutan tepung dan digoreng. Sama seperti chicken katsu yang di hokben. Tapi karena saya pesannya tonkatsu, dagingnya bukan daging ayam melainkan daging babi. Untuk yang muslim, mungkin ini merupakan makanan yang tidak bisa dicoba ^_^
Seporsi tonkatsu ini harganya sekitar 1020 Yen.


  3.       Sushi
Eh ini adalah makanan yang sangat terkenal di Jepang. Tapi jujur saya tidak terlalu suka makanan mentah. Makanan mentah selalu  tidak masuk ke selera lidah saya. Namun karena sudah di Jepang, saya memberanikan diri untuk makan makanan khas Jepang ini bersama teman-teman kantor Jepang.

Nah uniknya sushi ini, wasabinya diletakkan di antara nasi dan ikannya. Rasanya mengejutkan teman-teman. Saya bisa menghabiskan ENAM pieces sushi. Untuk lidah saya, sushi ini masih sushi terenak yang pernah saya cicipi. Saya benar-benar tidak menyangka saya bisa menghabiskan ENAM sushi. Untuk harganya saya lupa sobat. Karena untuk makanan ini saya ditraktir oleh Senpai saya di sana. Arigatou gozaimasu Ma-san.
 

 4.       Yakisoba
Nah kalau yakisoba, ini merupakan makanan yang paling saya suka selama saya di Jepang. Yakisoba ini saya makan bersama teman saya ketika kami, menyempatkan jalan-jalan ke Red Brick Warehouse di Yokohama. Yakisoba ini semacam mie seperti Ifumie. Mienya digoreng kering dan diberi kuah capjay. Tapi buat saya Yakisoba ini jauh lebih enak dibandingkan Ifumie apalagi saya menikmati yakisoba ini panas-panas setelah menerjang hujan. Plus ada free 2 pieces dim sum ^_^ 



 5.       Sashimi
Sashimi adalah jenis makanan mentah selain sushi di Jepang. Jika sushi disajikan dengan nasi, maka sashimi itu pure ikan beraneka ragam yang disajikan mentah. Dan untuk makan sashimi ini kita perlu merogoh kocek cukup dalam karena sashimi tergolong makanan mahal di Jepang. Saya beruntung karena saya bisa merasakan sashimi yang benar-benar asli dari Jepang. Itupun karena perusahaan mengadakan pesta perpisahan untuk saya di malam terakhir saya di Jepang. Untuk harga saya kurang tahu, karena yang jelas kami makan banyak sekali. Dan sayangnya saya tidak mengabadikan gambar si sashimi. Malah yang ada adalah foto kami setelah makan ^_^

Yah saya sangat menikmati 5 hari saya di Jepang. Walaupun tidak sempat jalan-jalan setidaknya saya sempat merasakan nikmatnya makanan Jepang dan memiliki banyak teman baru di sana. Overall saya menyukai makanan Jepang, those food taste really good in my tongue. Harga rata-rata perporsi sekali makan kuang lebih 1000 Yen. Di Jepang air putih itu complimentary, jadi kita tidak perlu beli minum sebenarnya.

If there is a chance, I would like to go back to Japan someday. Wish God gives me another chance in my life.

 

Sunday, July 14, 2013

Bakmi Siantar -Bakmi Nyammmm di Rawamangun ^_^ -

Saya adalah salah satu penggemar bakmi :) 
Entah mengapa, saya menggemari makanan ini, dibanding nasi (walaupun makan bakmi itu lebih cepat kenyang dan lebih cepat lapar lagi dibandingkan makan nasi).
Kali ini saya akan memberikan referensi bakmi yang super duper enak dan mengenyangkan namun penikmatnya terbatas (read: khusus untuk mereka yang bisa makan daging Babi).
Yups, karena bakmi ini adalah bakmi dengan campuran daging babi, dan semua makanan di sini menggunakan babi, jadi syarat utama makan di sini adalah diizin makan babi. 
Nama rumah makannya adalah Bakmi Siantar, di dekat Terminal Rawamangun, tepatnya di Jalan Sedayu.
Seperti namanya, makanan di sini dimasak ala Sumatera dan dijamin uenakkk.
Rumah makan ini menempati ruko yang cukup besar. Untuk tempat makannya sendiri cukup nyaman dan bersih.
Sekali saya ke sana, hari minggu siang dan susananya sangat ramai. Tempat makannya penuh dan saya putuskan untuk dibungkus saja. Tapi ternyata untuk membungkus saja, saya dijanjikan waktu setengah jam karena ramai dan antriannya banyak sekaliiiii. Saya pun semakin yakin kalau masakan di sini patut dicoba.
Karenan namanya saja Bakmi Siantar pastinya recomended dish di sini adalah bakmi.
Yang sudah sempat saya coba adalah bakmi goreng, bakmi pangsit dan nasi goreng. 
 Gambar di samping adalah penampakan si bakmi goreng Siantar. Porsinya menurut saya sih porsi kuli sekali. Sangat kenyang kalau dimakan dan untuk cewek seporsi bisalah untuk berdua. Di dalamnya ada irisan bakso, telur, ayam dan tentunya si babi yang dimasak merah. Khasnya masakan ini adalah bakmi ini menggunakan campuran taoge sebagai sayuran pelengkapnya. Rasanya manis dan gurih yang pas di lidah. Pokoknya top bgt dah dan beneran recomended dish disini.


Kalau yang ini adalah bakmi pangsit yang saya coba. Ukuran porsinya memang lebih kecil dibanding bakmi goreng, tapi sudah cukup membuat perut saya kenyang :p. Kuahnya segar dan enak. Sayurannya tetap menggunakan taug dan tentunya ada potongan daging babi yang dimasak merah. Pangsitnya sih cuman satu,  tapi rasanya luar enak sekali, karena isi pangsitnya adalah daging babi. Dan mie yang berkuah ini sangat pas kalau dimakan menggunakan cabe khas di rumah makan bertema Siantar ini. Cabenya adalah cabe hijau yang dipotong-potong dan direndam dalam cairan yang saya ga tahu. Tapi rasa cabenya benar-benar mantap, kombinasi gurih dan pedassss. Karena saya penyuka makanan berkuah dan hangat, saya sih lebih suka mie pangsitnya ya :p.

Nah makanan yang ketiga adalah nasi goreng babi. Rasanya sih lumayan, tapi buat lidah saya nasi gorengnya kurang begitu pas sebab tekstur nasinya masih ada yang sticky satu sama lain dan cenderung berminyak. Saya sih lebih suka nasi goreng yang pera ya secara pribadi. Tapi kan semua tergantung selera penikmatnya. 
Kesimpulan saya sih secara overall makanan di Bakmi Siantar itu porsinya mantap, rasanya bener-bener enak dan potongan cabenya itu yang bikin nagih. Jadi kalau teman-teman merindukan makanan yang menggunakan babi dan kebetulan di daerah Rawamangun, You should try it.
Price list :
Bakmi goreng 20.000
Bakmi pangsit 15.000
Nasi goreng     20.000