Tuesday, August 11, 2015

Japanese Dish....Oleh-oleh dari Jepang



Hi hi hi,
Sudah lama saya tidak menulis atau post apapun di dalam blog ini. Padahal sudah membulatkan tekad untuk rutin menulis di blog. Tapi apa daya saya. Niat yang sudah bulat terkikis sehingga tidak lagi bulat seperti donat..hehehehe ^_^
Anyway, pada kesempatan ini saya akan post cerita ketika saya di Jepang. Yey akhirnya gadis dari kabupaten kecil ini bisa mendaratkan kakinya di negara lain. Tidak tanggung-tanggung saya perginya ke Jepang. Selama 5 hari di bulan Juni 2015 saya berada di Jepang tepatnya Yokohama untuk mendapatkan training terkait pekerjaan kantor. Yang saya sayangkan adalah saya tidak mendapatkan weekend. Tapi tak apa, pengalaman yang saya dapatkan tetap luar biasa.
Dan pada kesempatan ini saya ingin share mengenai salah satu hal yang saya suka di Jepang yaitu : JAPANESE FOOD ^_^
Mungkin di Indonesia banyak sekali makanan Jepang namun saya tetap mau review makanan yang sempat saya cicipin di sana (mekso mode on :p). 

1.       Ramen
Kalau makanan ini pasti tidak asing kan ya? Ramen adalah mie khas Jepang yang memiliki ukuran mie sedang. Kalau yang ukurannya besar-besar biasanya disebut Udon. Berikut adalah penampakan Ramen (Wanton Ramen) yang saya cicipi.
 
 Wanton itu adalah pangsit teman-teman. Dan ramen ini brothnya ehmmmmmm :D oishii. Saya suka sekali. This is the best ramen I’ve ever eat until now. Kalau tidak salah ingat seporsi ramen ini dihargai 980 Yen. 




mesin pemesan ramen jepang
 Dan uniknya cara pemesana ramen ini menggunakan mesin yang mirip mesin game. Karena mesin inilah saya tertarik untuk membeli ramen di kedai ini. Jadi kita memilih menu makanan yang ada pada mesin dan bisa  tambah topping kalau mau. Setelah itu kita masukkan uang seharga porsi makanan yang kita pesan. Tapi mie ramen tidak keluar dari mesin ini ya teman-teman. Mesin ini mengeluarkan kartu pesanan yang harus kita serahkan kepada pelayan untuk dibuat ramennya :)


 2.       Tonkatsu
Makanan lain yang khas Jepang adalah Tonkatsu. Katsu adalah cara memasak dimana bahan diberi balutan tepung dan digoreng. Sama seperti chicken katsu yang di hokben. Tapi karena saya pesannya tonkatsu, dagingnya bukan daging ayam melainkan daging babi. Untuk yang muslim, mungkin ini merupakan makanan yang tidak bisa dicoba ^_^
Seporsi tonkatsu ini harganya sekitar 1020 Yen.


  3.       Sushi
Eh ini adalah makanan yang sangat terkenal di Jepang. Tapi jujur saya tidak terlalu suka makanan mentah. Makanan mentah selalu  tidak masuk ke selera lidah saya. Namun karena sudah di Jepang, saya memberanikan diri untuk makan makanan khas Jepang ini bersama teman-teman kantor Jepang.

Nah uniknya sushi ini, wasabinya diletakkan di antara nasi dan ikannya. Rasanya mengejutkan teman-teman. Saya bisa menghabiskan ENAM pieces sushi. Untuk lidah saya, sushi ini masih sushi terenak yang pernah saya cicipi. Saya benar-benar tidak menyangka saya bisa menghabiskan ENAM sushi. Untuk harganya saya lupa sobat. Karena untuk makanan ini saya ditraktir oleh Senpai saya di sana. Arigatou gozaimasu Ma-san.
 

 4.       Yakisoba
Nah kalau yakisoba, ini merupakan makanan yang paling saya suka selama saya di Jepang. Yakisoba ini saya makan bersama teman saya ketika kami, menyempatkan jalan-jalan ke Red Brick Warehouse di Yokohama. Yakisoba ini semacam mie seperti Ifumie. Mienya digoreng kering dan diberi kuah capjay. Tapi buat saya Yakisoba ini jauh lebih enak dibandingkan Ifumie apalagi saya menikmati yakisoba ini panas-panas setelah menerjang hujan. Plus ada free 2 pieces dim sum ^_^ 



 5.       Sashimi
Sashimi adalah jenis makanan mentah selain sushi di Jepang. Jika sushi disajikan dengan nasi, maka sashimi itu pure ikan beraneka ragam yang disajikan mentah. Dan untuk makan sashimi ini kita perlu merogoh kocek cukup dalam karena sashimi tergolong makanan mahal di Jepang. Saya beruntung karena saya bisa merasakan sashimi yang benar-benar asli dari Jepang. Itupun karena perusahaan mengadakan pesta perpisahan untuk saya di malam terakhir saya di Jepang. Untuk harga saya kurang tahu, karena yang jelas kami makan banyak sekali. Dan sayangnya saya tidak mengabadikan gambar si sashimi. Malah yang ada adalah foto kami setelah makan ^_^

Yah saya sangat menikmati 5 hari saya di Jepang. Walaupun tidak sempat jalan-jalan setidaknya saya sempat merasakan nikmatnya makanan Jepang dan memiliki banyak teman baru di sana. Overall saya menyukai makanan Jepang, those food taste really good in my tongue. Harga rata-rata perporsi sekali makan kuang lebih 1000 Yen. Di Jepang air putih itu complimentary, jadi kita tidak perlu beli minum sebenarnya.

If there is a chance, I would like to go back to Japan someday. Wish God gives me another chance in my life.

 

Sunday, July 14, 2013

Bakmi Siantar -Bakmi Nyammmm di Rawamangun ^_^ -

Saya adalah salah satu penggemar bakmi :) 
Entah mengapa, saya menggemari makanan ini, dibanding nasi (walaupun makan bakmi itu lebih cepat kenyang dan lebih cepat lapar lagi dibandingkan makan nasi).
Kali ini saya akan memberikan referensi bakmi yang super duper enak dan mengenyangkan namun penikmatnya terbatas (read: khusus untuk mereka yang bisa makan daging Babi).
Yups, karena bakmi ini adalah bakmi dengan campuran daging babi, dan semua makanan di sini menggunakan babi, jadi syarat utama makan di sini adalah diizin makan babi. 
Nama rumah makannya adalah Bakmi Siantar, di dekat Terminal Rawamangun, tepatnya di Jalan Sedayu.
Seperti namanya, makanan di sini dimasak ala Sumatera dan dijamin uenakkk.
Rumah makan ini menempati ruko yang cukup besar. Untuk tempat makannya sendiri cukup nyaman dan bersih.
Sekali saya ke sana, hari minggu siang dan susananya sangat ramai. Tempat makannya penuh dan saya putuskan untuk dibungkus saja. Tapi ternyata untuk membungkus saja, saya dijanjikan waktu setengah jam karena ramai dan antriannya banyak sekaliiiii. Saya pun semakin yakin kalau masakan di sini patut dicoba.
Karenan namanya saja Bakmi Siantar pastinya recomended dish di sini adalah bakmi.
Yang sudah sempat saya coba adalah bakmi goreng, bakmi pangsit dan nasi goreng. 
 Gambar di samping adalah penampakan si bakmi goreng Siantar. Porsinya menurut saya sih porsi kuli sekali. Sangat kenyang kalau dimakan dan untuk cewek seporsi bisalah untuk berdua. Di dalamnya ada irisan bakso, telur, ayam dan tentunya si babi yang dimasak merah. Khasnya masakan ini adalah bakmi ini menggunakan campuran taoge sebagai sayuran pelengkapnya. Rasanya manis dan gurih yang pas di lidah. Pokoknya top bgt dah dan beneran recomended dish disini.


Kalau yang ini adalah bakmi pangsit yang saya coba. Ukuran porsinya memang lebih kecil dibanding bakmi goreng, tapi sudah cukup membuat perut saya kenyang :p. Kuahnya segar dan enak. Sayurannya tetap menggunakan taug dan tentunya ada potongan daging babi yang dimasak merah. Pangsitnya sih cuman satu,  tapi rasanya luar enak sekali, karena isi pangsitnya adalah daging babi. Dan mie yang berkuah ini sangat pas kalau dimakan menggunakan cabe khas di rumah makan bertema Siantar ini. Cabenya adalah cabe hijau yang dipotong-potong dan direndam dalam cairan yang saya ga tahu. Tapi rasa cabenya benar-benar mantap, kombinasi gurih dan pedassss. Karena saya penyuka makanan berkuah dan hangat, saya sih lebih suka mie pangsitnya ya :p.

Nah makanan yang ketiga adalah nasi goreng babi. Rasanya sih lumayan, tapi buat lidah saya nasi gorengnya kurang begitu pas sebab tekstur nasinya masih ada yang sticky satu sama lain dan cenderung berminyak. Saya sih lebih suka nasi goreng yang pera ya secara pribadi. Tapi kan semua tergantung selera penikmatnya. 
Kesimpulan saya sih secara overall makanan di Bakmi Siantar itu porsinya mantap, rasanya bener-bener enak dan potongan cabenya itu yang bikin nagih. Jadi kalau teman-teman merindukan makanan yang menggunakan babi dan kebetulan di daerah Rawamangun, You should try it.
Price list :
Bakmi goreng 20.000
Bakmi pangsit 15.000
Nasi goreng     20.000


Friday, June 21, 2013

Pasta...Pastaaa @ Warung Pasta Rawamangun

Hueeee
Sudah lama saya tak menulis apapun di blog ini.
Dan pada kesempatan ini saya ingin menulis tentang sebuah jenis makanan, which is a great gift from Italy to culinary world. Yup apalagi kalau bukan Pasta ^_^
Sebenarnya pasta itu  semua sama adonanya, yang membedakan kan hanya bentuknya :p
Nah salah satu tempat makan pasta yang lumayan lengkap di Jakata Timur adalah warung pasta.
Warung pasta yang ingin saya share kali ini adalah warung pasta di Rawamangun.
Walaupun dinamakan warung, tempat ini memiliki design yang nyaman serta bersih dan yang paling penting punya koleksi pasta yang lumayan lengkap.
Ada spagheti, fetucini, fusili, penne dan ravioli.
Nah pada kesempatan ini makanan yang saya pesan adalah chicken dengan bueberry mayonaise untuk appetiser, fusili dan ravioli. Kenapa dipilih ini? 
Karena dari menu kelihatan enak plus pengen nyobain ravioli sebab ravioli ini tergolong pasta yang jarang untuk ditemui.
Untuk chicken blueberry mayonaise ajibb banget dah. Ayamnya digoreng dengan tepung, namun bukan tepung terigu dan rasanya enak banget, plus ditambah saus mayonaise blueberry benar-benar unik. Untuk pasta yang dipesan adalah fussili sunny sunrise (baked pasta) dan pring chilli tuna ravioli.
Kenapa disebut baked pasta? Karena setelah semua bahan (matang) dimasukkan dalam mangkok tahan panas dan dilapisi keju maka pasta tersebut dipanggang sehingga kejunya melting dan irisan dagingnya menjadi kriuk...kriukk..kriuk. Dan pastinya sangat yummy karena disajikan masih panas. You have to try it ^_^


Ini dia tampilan si sunny sunrise porsi L. Oh iya di warung pasta ini semua menu pasta bisa dipillih sizenya yang sesuai dengan kapasitas perut masing-masing.

Kemudian yang disamping ini adalah spring chilli tuna ravioli. Sesuai namanya pasta ini tergolong spicy sehingga cocok untuk lidah Indonesia. Awalnya pasta ini menarik karena namanya sehingga yang saya bayangkan pasti rasanya ga enek2 amat karena keju yang terlalu melimpah. Dan ternyata lidah saya dimanjakan dengan rasa pedas dan sensasi segar karena dia dilengkapi taburan irisan daun jeruk.

Untuk urusan harga, pasta di warung pasta cukup ramah pada kantong kita. Kisaran harga per porsi sekitar 30.000 - 50.000 rupiah. Jadi jika ingin memanjakan diri menikmati pasta atau mencoba menu pasta pertama kali, tempat ini sangat recomended :p




Wednesday, April 10, 2013


Tips Kecil Melakukan Edit-Edit di Ms. Word [Menampilkan Pict. yang Sudah “SENT BEHIND THE TEXT”]
Karena tuntutan profesi saya yang harus edit laporan, prosedur dan lain-lain deh , saya harus bermanis-manis ria dengan si Microsoft Word setiap hari. Dan karena saya golongan orang yang  ga pinter-pinter banget di bidang teknologi,  suatu ketika tepatnya hari ini saya mengalami kesulitan mengedit sesuatu di file Word saya.

Yak, saudara-saudara saya mengalami kesusahan untuk mengedit skema kerja yang sudah digroup (agar ga geser-geser) dan sudah di sent behind the text. Kenapa susah?  Karena pict tersebut sudah dibelakang text yang lainnya, sehingga saya tidak bisa mengeditnya. Sudah saya klik-klik di g ambar tersebut tetap saja tidak ada point-point yang menandakan gamar saya aktif L  Hiks hiks…..kalau saya harus mengetik ulang, tak terbanyangkan kan lamanya.

Karena pada dasarnya saya orang yang tidak mau mengerjakan pekerjaan dua kali, maka saya menggunakan fasilitas kantor untuk browsing trik memecahkan permasalah ini.

Taaaarrrrraaaaaa ^_^



Akhirnya saya  menemukan caranya untuk mengaktifkan kembali gambar tersebut, agar bisa didrag atau diedit dari sebuah web J Ternyata caranya sangat simpel….
Di bagian atas tampilan Word ada toolbar editing seperti berikut :
Pada toolbar tersebut kan ada pilihan “select “dengan tanda panah, nah klik pilihan tersebut sehingga muncul 3 pilihan.

Kemudian yang kita pilih adalah “Select Objects”. Setelah pilihan tersebut diklik, kita pilih objek yang menjadi sumber perkara tadi dan…. VoiLLLaaaa saya berahsil mengaktifkan kembali objek yang tadinya seolah-olah inaktif sehingga bisa diedit ataupun didrag.

I hope this little trick could help any of you that have the same problem with me J